Lembar Kerja Peserta Didik Digital

UANG & LEMBAGA KEUANGAN DI INDONESIA

Mata Pelajaran: IPS Kelas IX | Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Instruksi Pengerjaan:
  1. Selesaikan Aktivitas 1 dengan melengkapi paragraf konsep HOTS menggunakan opsi kata yang disediakan.
  2. Jawab 10 butir soal pilihan ganda MOTS–HOTS pada Aktivitas 2 secara cermat.
  3. Tuliskan refleksi kritis pada Aktivitas 3, lalu klik tombol "Periksa Nilai & Buka Lembar Cetak" di bagian bawah untuk mengunduh bukti tugas dalam bentuk PDF.

Aktivitas 1: Rekonstruksi Konsep Moneter (Tantangan Rumpang)

Petunjuk: Seret kata atau klik kartu kata lalu klik kotak rumpang bertitik-titik untuk menaruh istilah yang tepat.

stabilitas nilai rupiah uang giral kepercayaan (fiduciary) asimetri informasi intermediasi keuangan
Evolusi sistem pembayaran modern membuktikan bahwa nilai uang tidak lagi bertumpu pada kandungan intrinsik logam mulia, melainkan bergeser sepenuhnya pada pondasi [Slot 1]. Dalam peradaban digital saat ini, transaksi masyarakat didominasi oleh peredaran [Slot 2] dan uang elektronik yang diterbitkan perbankan. Guna memastikan perekonomian tidak lumpuh akibat inflasi liar maupun krisis likuiditas, Bank Indonesia memegang mandat tertinggi dalam memelihara [Slot 3]. Sementara itu, lembaga perbankan umum menjalankan fungsi vital [Slot 4] untuk menyalurkan surplus dana masyarakat kepada sektor produktif. Kehadiran OJK melengkapi tata kelola sektor moneter guna meminimalisir risiko kerugian konsumen akibat [Slot 5] antara penyedia produk keuangan dan masyarakat luas.

Aktivitas 2: Kuis Pemahaman Berpikir Kritis (10 Soal Pilihan Ganda)

1. [MOTS] Mengapa sistem uang barang (commodity money) seperti garam, cangkang kerang, atau tembakau pada masa lalu akhirnya ditinggalkan masyarakat peradaban kuno?

2. [MOTS] Toko pakaian mencantumkan label harga Rp175.000 pada sehelai kemeja sekolah. Fungsi uang yang sedang bekerja dalam situasi ini adalah...

3. [MOTS] Lembaran uang kertas rupiah pecahan Rp100.000 memiliki biaya bahan cetak sekitar ribuan rupiah saja, namun mampu dibelanjakan senilai nominalnya. Kondisi ini mencerminkan bahwa uang kertas tergolong...

4. [MOTS] Perbedaan regulasi mendasar antara Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan Bank Umum Konvensional di Indonesia terletak pada larangan bagi BPR untuk...

5. [MOTS] Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang beroperasi dengan prinsip saling tolong-menolong dari anggota untuk anggota berasaskan kekeluargaan adalah...

6. [HOTS - Analisis Kasus] Pak Badru seorang petani cabai di desa terpencil membutuhkan dana darurat Rp4.000.000 hari ini juga untuk memperbaiki pompa air sawahnya tanpa proses survei berminggu-minggu. Pilihan lembaga keuangan formal yang paling solutif dan terukur risikonya adalah...

7. [HOTS - Evaluasi Kebijakan] Saat laju inflasi melonjak tinggi akibat harga sembako naik serentak, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate). Logika ekonomi di balik kebijakan moneter kontraktif ini adalah...

8. [HOTS - Literasi Finansial] Perbankan syariah menggunakan akad bagi hasil (mudharabah/musyarakah) bukan skema bunga tetap. Makna esensial dari penerapan akad ini bagi keadilan ekonomi adalah...

9. [HOTS - Analisis Digital] Penggunaan QRIS dan dompet digital (e-wallet) meningkat drastis di kalangan pelajar. Ditinjau dari konsep kecepatan peredaran uang (velocity of money), dampak jangka panjang fenomena ini terhadap perekonomian lokal adalah...

10. [HOTS - Evaluasi Regulasi] Banyak masyarakat terjerat kasus investasi bodong dengan iming-iming keuntungan 30% per bulan. Lembaga negara yang bertugas melakukan pengawasan, penyidikan, dan edukasi perlindungan konsumen terhadap kasus ini adalah...

Aktivitas 3: Refleksi Kritis & Pemecahan Masalah

Kasus Nyata: Di suatu desa, sekelompok perajin anyaman bambu kesulitan modal usaha dan sering terjebak meminjam pada rentenir keliling dengan bunga mencekik. Sebagai generasi muda berliterasi keuangan, langkah terpadu apa yang dapat kalian sarankan kepada perajin tersebut agar dapat mengakses pembiayaan aman dari perbankan atau lembaga keuangan resmi?